Minggu, 01 Juli 2012

Media Transmisi Unguided


Unguided Transmission Media
Unguided transmission media atau media transmisi tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan udara dan sistem gelombang. Udara sebagai penghantar gelombang sedangkan gelombang sebagai pembawa data. Adapun gelombang yang digunakan sebagai pembawa data yaitu gelombang radio, dimana gelombang radio ini dikelompokkan juga berdasarkan frekuensi yang digunakannya.

.     Gelombang Radio
      Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik. Frekuensi dari gelombang radio sebagai berikut :

Untuk band Low Frequency, beberapa rentang frekuensi radio ini digunakan juga sebagai standard untuk alat komunikasi  yang disebut juga dengan infrared.

Untuk band UHF dan SHF, beberapa rentang frekuensi radionya digunakan juga sebagai standart alat komunikasi yaitu Access Point (AP), Wi-Fi (Wireless Fidelity) dan WiBro (Wireless Broadband)

Untuk band SHF dan EHF, beberapa rentang frekuensi radio nya digunakan juga sebagai standart alat komunikasi yang disebut dengan dengan Satellite. Gelombang untuk rentang frekuensi ini lebih sering dikenal dengan nama gelombang mikro.

Perangkat Jaringan yang Menggunakan Media Unguided sebagai Media Transmisi

1.         InfraRed
Infra red dapat digunakan juga sebagai gelombang carier yang dapat memperpanjang jarak batas penerimaan gelombang ,namun gelombang yang ditransmisikan harus line of sight (LOS) atau lurus infrared tidak dapat berbelok jika radius pancar vertikal sinar ter halang oleh suatu benda walaupun benda itu transparan. Frekuensi carrier infrared berkisar 38 KHz. Penggunaan infrared selain untuk komunikasi data jarak dekat adalah sebagai remote baik itu untuk remote televisi maupun untuk remote projector.











Penggunaan InfraRed sebagai remote
Penggunaan InfraRed sebagai komunikasi data jarak dekat


2.         Access Point (AP)

Suatu access point adalah perangkat jaringan wireless yang menghubungkan client wireless (seperti komputer yang dilengkapi dengan adapter USB wireless atau laptop yang dilengkapi dengan adapter ExpressCard wireless). Walapun namanya wireless acces point, wireless access poin ada yang menggunakan kabel guna koneksi ke internet (ISP), wireless jenis ini biasa juga disebut dengan Wireless Router.
Gambar : Penggunaan Access Point



Macam Macam Access Point

1.  WireLess Access Point
Wireless Access Point ini lebih difungsikan seperti halnya switch. Yaitu menghubungkan komputer pada jaringan yang sama dengan tujuan agar berlangsungnya komunikasi data.
2.  Wireless Router
Wireless access point yang bertindak sebagai router.

Berikut ini perbedaan WireLess Access Point dan Wireless Router adalah sebagai berikut :

Wireless Access Point
  • Kegunaan Access Point adalah sebagai pintu gerbang untuk pengguna jaringan wireless untuk masuk ke dalam jaringan.
  • Semakin banyak user yang masuk / menggunakan jaringan melalui Access Point, maka semakin lambat respon dari jaringan.
  • Access Point tidak memiliki fitur NAT, yang artinya tidak dapat menghubungkan 2 jaringan yang berbeda.
  • Access Point tidak dapat menjadi server DHCP 
  • Access Point tidak memiliki fasilitas Port Forwarding
  • Access Point tidak memiliki fasilitas Port Redirecting
  • Access Point tidak dapat menggantikan sebuah server jaringan / Internet sharing
  • Access Point tidak memliki fitur bandwidth Management / Traffic Shaping

Router Wireless
  • Router Wireless dapat menghubungkan beberapa jaringan wireless yang berbeda dan bertindak seperti polisi lalu lintas.
  • Router Wireless dapat menjadi DHCP server, dimana biasanya memerlukan server untuk service DHCP ini
  • Router Wireless dapat membelokkan paket data yang ditujukan ke server tertentu, layaknya seorang polisi lalu lintas [Port Redirect].
  • Router Wireless dapat memetakan port service yang ada di pc/server anda ke port yang berbeda  [Port Forwarding].
  • Router Wireless dapat memberikan akses kepada beberapa komputer yang ada ke internet. Atau biasa di sebut  Internet Sharing.
  • Router Wireless dapat melakukan NAT, dimana 1 Public IP yang diberikan oleh ISP anda dapat digunakan oleh lebih dari 1 komputer untuk mengakses internet. NAT dapat dianggap seperti firewall, karena jaringan lain di internet tidak dapat secara langsung mengakses komputer anda, namun harus melalui Router dahulu.
  • Router Wireless dapat menggantikan sebuah server jaringan yang menyediakan akses internet sharing atau bandwidth manager
  • Router Wireless dapat melakukan Traffic Shaping / Bandwidth Management.

Digital Subscriber Line (DSL) Technology pada Wireless Router

Digital Subscriber Line atau yang sering kita sebut-sebut dengan DSL merupakan salah satu teknologi BroadBand untuk menghantarkan koneksi internet.
Teknologi Internet broadband secara umum didefinisikan sebagai jaringan atau servis Internet yang memiliki kecepatan transfer yang tinggi karena lebar jalur data yang besar. Kecepatan transfer yang biasa dijanjikan oleh servis broadband adalah sampai sekitar 128 Kbps  atau lebih.
Tipe-tipe DSL

Teknologi DSL memang berkembang cukup cepat. Dari perkembanganya itu, teknologi DSL terbagi-bagi menjadi lebih dari satu tipe. Semua tipe tersebut memiliki ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Berikut ini adalah tipe-tipe koneksi broadband mengadopsi teknologi DSL yang umum digunakan saat ini:
– Asymmetric DSL (ADSL)

Yang dimaksud dengan kata Asymmetric DSL adalah teknologi ini memberikan kecepatan transfer data yang berbeda antara proses pengiriman data (upload) dan penerimaan data (download). Karena ketidaksamaan inilah, maka diberikan istilah Asymmetric untuk teknologi ini. Biasanya kecepatan downloading data akan lebih besar daripada uploading, mengingat lalu-lintas data Internet khususnya untuk level pengguna akhir lebih banyak men-download.
Tipe DSL seperti ini memang sengaja diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna level perumahan, di mana traffic menerima data lebih besar daripada melakukan pengiriman. Kondisi seperti ini sangat cocok untuk aplikasiaplikasi level pengguna akhir seperti misalnya melakukan download musik dan film, surfing, online games, menerima e-mail, dan banyak lagi. ADSL menyediakan koneksi upstream yang relative lambat karena biasanya koneksi ini hanya digunakan untuk melakukan permintaan data ke Internet. Dengan adanya spesifikasi seperti ini, harga servis ADSL bisa ditekan semurah mungkin sehingga terjangkau oleh pengguna rumahan.
– Symmetric DSL (SDSL)

Kebalikan dari Asymmetric, Symmetric DSL merupakan koneksi yang memiliki spesifikasi jalur upload dan download yang sama persis keduanya. Jaringan dengan spesifikasi seperti ini sangat cocok digunakan untuk keperluan aplikasi komersial, di mana pengguna akhir juga memiliki kemampuan untuk mengirim data dalam jumlah besar ke Internet. SDSL sangat cocok digunakan untuk aplikasi seperti pengiriman e-mail besarbesaran dengan attachment yang besar, melakukan upload informasi ke Internet, membuat web server, FTP server, dan banyak lagi. Biasanya servis jenis ini harganya lebih mahal daripada ADSL dan sangat cocok untuk keperluan perusahaan.
– G.SHDSL

Teknologi DSL yang satu ini dapat melayani penggunanya dengan fitur multi-rate (kecepatan yang dapat berbeda-beda), multi-service, dengan jarak jangkauan yang lebih panjang dari teknologi DSL yang lainnya, dan dapat dikuatkan sinyalnya sehingga dapat berjalan sangat jauh. G.SHDSL ini dapat memberikan penggunanya kecepatan transfer mulai dari 192 Kbps sampai dengan 2,3 Mbps. Teknologi ini diklaim dapat memberikan jarak jangkauan 30 persen lebih besar daripada teknologi DSL lainnya yang ada saat ini. Teknologi ini diharapkan nantinya dapat menggantikan implementasi dari SDSL yang ada saat ini.
– Integrated Service Digital Network DSL (IDSL)

Dari namanya saja, mungkin Anda sudah dapat menduga bahwa teknologi DSL yang satu ini merupakan perpaduan fitur antara teknologi ISDN dengan DSL. Seperti halnya ISDN, IDSL menggunakan satu pair kabel untuk mentransmisikan data secara full duplex dengan kecepatan hingga 144 Kbps. IDSL pada dasarnya adalah sebuah line ISDN BRI yang digunakan sebagai jalur leased line, dengan kata lain jalur ISDN BRI yang tidak perlu di-switch penggunaannya. Jalur IDSL ini tidak memiliki channel signaling seperti ISDN yang sesungguhnya. Jalur ini dapat dikonfigurasi dengan kecepatan 64 Kbps, 128 Kbps, atau 144 Kbps.
IDSL hanya digunakan untuk membawa komunikasi data saja, tidak seperti ISDN yang juga bisa digunakan untuk suara. IDSL sangat ideal untuk digunakan di kantor-kantor cabang karena sinyalnya bisa dikuatkan persis seperti ISDN. Sistem billing-nya juga tidak seperti ISDN karena IDSL biasanya dibanderol dengan harga tetap (Flat price).
– Very-high-data-rate DSL (VDSL)

VDSL dapat menghantarkan data penggunanya mulai dari 13 Mbps sampai dengan 52 Mbps downstream dan 1,5 hingga 2,3 Mbps upstream hanya dengan menggunakan satu pasang kabel tembaga twisted. Jarak jangkauan dari teknologi inilah yang menjadi kelemahannya, karena jarak maksimalnya hanya sejauh 1,3 km saja.
– High-data-rate DSL (HDSL)

Teknologi HDSL memiliki kecepatan transfer data yang sama dengan jaringan E1 saat ini. Maka dari itu, HDSL memang telah banyak digunkan oleh penyedia jasa jaringan untuk menggantikan jalur-alur E1 mereka yang relatif lebih mahal biaya penyediaannya. HDSL dapat beroperasi melayani penggunanya dalam jarak 3,6 km saja. Namun, repeater atau penguat dapat Anda pasang untuk memperpanjang jangkauannya.

KAPAN DI BUTUHKAN ACCESS POINT
1.      Pada dasarnya untuk kebutuhan dirumahan, anda memerlukan wireless access point jika anda ingin membuat jaringan wireless untuk berbagi sambungan internet broadband misal dari Speedy ke beberapa komputer didalam rumah.
2.      Dalam jaringan komputer bisnis anda di kantor jika anda memerlukan untuk memberikan access internet atau jaringan kepada suatu lokasi atau area yang untuk menarik kabel jaringan adalah tidak mungkin (bisa karena sudah dan tidak ekonomis) maka anda memerlukan wireless access point untuk memberikan akses wireless kepada jaringan anda
3.      Atau anda ingin memberikan akses wireless kepada komputer mobile (laptop / notebook) anda atau para tamu yang membawa laptop yang ingin mendapatkan akses internet, maka membuat suatu jaringan wireless hotspots dengan pemisahan security policy adalah suatu kenbutuhan yang perlu dipenuhi. Wireless access point indoor bisa anda gunakan untuk itu.
4.      Dan juga pada lingkungan pabrik, atau warehouse, atau plant yang berada di lingkungan kasar, maka anda memrlukan wireless access point outdoor yang handal untuk memberikan akses jaringan secara wireless. Untuk menghubungkan antar gedung atau antar lokasi pabrik yang untuk menarik kabel adalah tidak mungkin atau tidak ekonomis, maka anda memerlukan wireless access point bridge yang handal.

Tugas utama AP adalah untuk menyiarkan sinyal nirkabel yang dapat dideteksi oleh komputer. Untuk dapat menghubungkan ke jalur akses dan bergabung dengan jaringan nirkabel, komputer dan perangkat harus dilengkapi dengan adapter jaringan nirkabel.

Kecepatan Transfer Data Access Point
Kecepatan transfer data access point tergantung pada standard yang digunakan serta service pabrik yang diberikan.






2.         WiFi (Wireless Fidelity)

Wi-Fi (baca: wai-fai), Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang merupakan penamaan  untuk alat yang menganut spesifikasi IEEE 802.11 yang komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN).

Adapun specififikasi IEEE 802.11 sebagai berikut :

Adapun specifikasi terbaru standard IEE 802.11 adalah standard 802.11 ac (2012).
IEEE 802.11ac adalah standard wireless pada jaringan computer 802.11 yang saat ini dalam pengembangan yang mana bisa memberikan speed sampai gigabit per second pada 5GHz band (secara teori). Hal ini memungkinkan dengan bandwidth RF yang lebih lebar sampai 160Mhz, dan bahkan bisa sampai 8 spatial data streams MIMO dan high density 256QAM.




3.      Satelite
  
Satelit adalah media transmisi yang fungsi utamanya menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan posisi satelit akan relatif stasioner terhadap bumi (geostationary), apabila satelit tersebut mengorbit di atas khatulistiwa. Pada prinsipnya, dengan menempatkan tiga buah satelit geostationary pada posisi yang tepat dapat menjangkau seluruh permukaan bumi.
·         Keuntungan satelit adalah lebih murah dibandingkan dengan menggelar kabel antar benua, dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah, meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial.
·         Kekurangannya satelit adalah keterbatasan teknologi untuk penggunaan antena satelit dengan ukuran yang besar, biaya investasi dan asuransi satelit yang masih mahal, atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.



4.         WiBro (Wireeless Broadband)
            Merupakan komponen jaringan wireless yang digunakan pada lingkungan out door yang dipancarkan pada frekuensi 2,3 GigaHertz (GHz). WiBro memungkinkan akses internet broadband ke berbagai perangkat. Termasuk ponsel, komputer notebook, dan PDA. Dari segi mobilitas, Wibro juga dinilai lebih efisien ketimbang WiFi yang sekarang menjadi standar internet nirkabel. Jangkauan WiFi masih terbatas kira-kira sampai 100 meter, sementara Wibro diklaim dapat diakses sampai jarak 1 kilometer dari stasiun pemancarnya.

Akses Wibro juga disebut masih bisa diterima di dalam kendaraan berkecepatan 60 kilometer per jam. WiBro dikembangkan Samsung bersama dengan Electronics and Technology Research Institute (ETRI) dan telah mendapat sertifikat dari Wimax Forum. Teknologi ini mampu mengirim data dengan kecepatan hingga 50 Mbps. Kecepatan transfer data mampu mengungguli kecepatan transfer data berplatform HSDPA yang memiliki kemampuan mengirim data hingga 14 Mbps.

WiBro adalah pengembangan lebih lanjut dari standar teknologi buatan Korea yang disebut high-speed portabel internet (HPI). Para pengembangnya antara lain KT Corps, SK Telecom, dan Electronic & Telecommunications Research Institute. Kini standar teknologi HPI sudah dianggap termasuk satu dari standar teknis global mengingat HPI memakai standar 802.16e dari Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
Peninjauan tentang  WIbro:
*         Mobilitas:
·         Menerima akses data dapat diterima dalam kendaraan berkecepatan 60 km/h, 120 km/h
·         Akses data tetap baik ketika dalam keadaan bergerak (dapat berpindah-pindah dalam pengaksesan)

*      IP
·         Mudah digunakan dengan intenet dunia
·         Pebagian terminal mencakup : PDA,Ponsel,computer notebook,PMP,PC,dll.

*         Broadband
·         1Mbps per user
·         Kapibilitas upload broadband




Referensi :



0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More