Kamis, 12 Juli 2012

Open System Interconnection (OSI)


Open System Interconnection merupakan model referensi yang dikembangkan oleh ISO
(International Organization for Standardization) pada tahun 1984, sebagai kerangka konseptual
standar untuk komunikasi dalam jaringan di seluruh peralatan yang berbeda dan aplikasi dari vendor
yang berbeda. Permodelan OSI dianggap sebagai model arsitektur utama untuk komunikasi  intercomputing dan komunikasi internetworking.


Layer yang ada pada OSI (dari lapisan paling rendah ke tinggi) :

1. Layer Physical
2. Layer Data-link
3. Layer Network
4. Layer Transport
5. Layer Session
6. Layer Presentation
7. Layer Application







1. Layer physical

Lapisan fisik merupakan lapisan atau level paling rendah dari model referensi ISO, yang
berhubungan dengan media fisik atau peralatan fisik dalam jaringan komunikasi data. Lapisan ini
mengatur hubungan secara fisik antara satu titik ke titik lainnya pada jaringan. Lapisan fisik ini
memberikan standar interface pada peralatan komputer dan peralatan komunikasi dalam
menyalurkan informasi.[3]


2. Layer data link

Layer 2 ini bertujuan untuk mentransfer data melalui media tertentu dan Mengkomuninasikan bit ke
bytes dan byte ke frame. Contoh, IEEE 802.3 yang merupakan protokol untuk ethernet, di temukan
di OSI Layer 2. Hubs dan Switches juga merupakan perangkat Layer 2 yang mentransfer paket-paket
dari kabel tembaga. Lapisan ini melayani transmisi pada lapisan fisik dan bertanggung-jawab
mengatur komunikasi dalam sebuah jaringan. Lapisan ini juga menangani fungsi-fungsi seperti
mendeteksi kesalahan transmisi dan melakukan pengiriman ulang data-data tersebut.


3. Layer network

Layer network ini mendefinisikan pengiriman data dari ujung ke ujung (End-To-End). Agar compie
dapat diidentifikasikan, Layer network mendefinisikan alamat secara logis (Contoh IP). OSI Layer
network juga mendefinisikan bagaimana routing bekerja dan bagaimana rute dipelajari oleh router
untuk pengiriman paket. Juga mendefinisikan fragmentasi paket, dimana hal ini merupakan proses
yang memecah paket ke unit yang lebih kecil agar dapat mengakomodasi media dengan ukuran yanglebih kecil (Maximum Transmission Packets MTU). Lapisan jaringan ini harus dapat membedakan
pengalamatan oleh sebuah jaringan yang berbeda-beda, serta mengatur paket-paket data yang
memiliki ukuran yang berbeda pula. Pada layer 3 ini kita akan sering menemukan IP (IPv4, IPv6),
ICMP, IPsec, IGMP, IPX dan AppleTalk.[2]


4. Layer transport

Layer Transport menjamin pengelolaan circuit virtual antara host yang mampu mengkoreksi
kesalahan. Ini berisikan serangkaian protokol dengan masalah-masalah transportasi antara host.
Protokol-protokol ini dapat menyusun ulang aliran data paket jika tiba tiba rusak. Layer 4 juga
bertanggung jawab atas data yang masuk dari aliran yang berbeda untuk aplikasi yang berjalan pada
host yang sama.
Fitur penting di Layer ini adalah kemampuan untuk mengkoreksi kesalahan dan Flow Control dari
Router. Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable
dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan
pemeriksaan error serta memperbaikinya. Pada layer 4 ini kita akan sering menemukan TCP, UDP,
SCTP, DCCP dan SPX.[4]


5. Layer Session

Session Layer mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol dan mengakhiri percakapan. Layer 5
ini menjamin komunikasi antara host, yang berarti bahwa menetapkan cara untuk mengatur sesi
antara aplikasi. Pada lapisan session, memungkinkan user dapat melakukan komunikasi untuk masuk
ke dalam sistem bersama secara remote atau melakukan transfer file di antara dua mesin
(komputer).[1]


6. Layer Presentasi

Lapisan ini membicarakan format-format data standar dan proses translasi data ke dalam formatformat ini. Control-control format standar adalah ASCII untuk tcks. JPEG untuk gambar, dan
MP3untuk musik. Lapisan ini juga membicarakan yang berkaitan dengan keamanan data seperti
misalnya enkripsi dan dekripsi, dan juga mengenai kompresi data. Lapisan presentasi juga memiliki
standar encoding yang digunakan dalam pemrosesan aplikasi data. Salah satu contoh layanan
presentasi adalah encoding data.[4]


7. Layer application

Lapisan aplikasi ini merupakan lapisan tertinggi pada model referensi ISO. Biasanya berupa program
atau aplikasi pada tingkatan layanan informasi. Sejumlah macam protokol standar umumnya
tersedia pada lapisan ini. Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini.
Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara
mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu
komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer
dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada
layer Application.Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas
pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan
di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.[3]


Refernsi :


[1] Ciccarelli Patrick,  Faulkner Christina. 2004. Networking Foundations. John Wiley & Sons.
ISBN 0-782-14371-7
[2] syafrizal, melwin. pengantar jaringan komputer. Penerbit Andi. ISBN 9-797-63003-X
[3] Hardiansyah, irzam. Schaum's: Computer Networking. Penerbit Erlangga. ISBN 9-797-41878-
2
[4] Stalling,William.Data and Computer Communications.Fifth Edition. Prentice Hall.1997  ISBN
0-02-415425-3









0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More